Rabu, 27 November 2019


Pembaca (Novel) terlahir menjadi seorang penghujat

Sebelumnya Saya minta maaf kalau tulisan ini menyingung banyak pihak. Namun Saya tidak peduli. Saya hanya ingin menyadarkan kepada dunia luar bahwa adaptasi novel tidak semudah itu

Akhir akhir ini salah satu novel best seller nasional (juga international) Karya salah satu penulis populer dari Indonesia kembali di adaptasi menjadi film.

Sudah jelas menjadi ancamam yang mencekam Karena menuai banyak kontroversi antara novel dan adaptasi

Seakan diciptakannya film merujuk kepada penjualan bukan adapatsi dari film itu sendiri

Padahal novelis bukan ingin meraup untung dari penjualan, melainkan mengimplemetasi terhadap gambaran pada pembaca tentang imajinasi

Ditilik dari luar negeri novelis luar biasa Rick Riordan menolak sendiri kelanjutan adaptasi novelnya, Percy Jackson And the Titans curse, tidak akan di filmkan kecuali benar benar mirip dengan aslinya


Karena dia tidak ingin seperti J.K. Rowling yang sudah menghilangkan estetika novel sehingga dia lebih memilih meraup keuntungan

So?
Tujuan awal film adaptasi novel bukan untuk meraup untung

Tapi untuk implementation of mind

Selasa, 26 November 2019

The old man and the sea

Ernest Hemingway kembali menuai dalam bukunya yang berjudul pria tua dan laut. Dimana diceritakan seorang pelaut (nelayan) tua yang berusaha mencari impiannya dengan cara memancing ikan terbesar yang konon amat jarang ditemui. Pun juga tidak mudah menangkap nya.


Well, overall, hampir keseluruhan buku ini menceritakan tentang perjalanan kakek ini dalam pencarian ikan besar tersebut. Terdapat banyak pengajaran kehidupan yang dapat diterapkan semisal pada saat kakek tua ini menangkap seekor ikan pasangan (betina dan pejantan), dimana pada saat itu bilamana ada salah satu dari pasangan tersebut yang tertangkap, maka ikan tersebut akan terus mengikuti nya. Bilamana diibaratkan maka seperti sepasang kekasih yang setia.

Dan banyak pula cerita sejenisnya yang mengangkat tentang kehidupan manusia.

Secara keseluruhan, Ernest Hemingway kali ini mengangkat cerita "agak" berat namun masih bisa dipahami karena singkat (berbeda dengan karya lainnya yang mengungdung tema yang berat serta halaman yang tebal).

Meninjau dari segi layout, penerbit sepertinya telah berusaha agar penerjemahan tidak terganggu dan tetap mengangkat keseluruhan cerita tanpa merusak alur yang ada.

Sekian.